Blogger Widgets Sinau Basa Jawa bereng Hanif Rahma: Serat Riyanta

Selasa, 10 Desember 2013

Serat Riyanta



Dening R. B Soeladri

Raden Mas Riyanta memiliki ayah bernama Pangeran Natasewaya. Saat umur enam tahun, Raden Mas Riyanta sudah ditinggal mati oleh ayahnya. Raden Mas Riyanta hanya tinggal bersama ibunya yang bernama Raden Ayu Natasewaya yang sangat menyayanginya. Saat Raden Mas Riyanta dewasa, dia senang keluar malam dan pulang saat fajar tiba. Ibu Raden Mas Riyanta sangat mengkhawatirkan Raden Mas Riyanta, ibunya takut Raden Mas Riyanta berbuat hal buruk saat di luar. Ibu Raden Mas Riyanta meminta keponakannya yang bernama Marsam untuk mencari tahu kemana perginya Raden Mas Riyanta tiap malam. Tetapi, Raden Mas Riyanta tidak mau bercerita kepada Marsam sehingga Marsam tidak mendapat informasi yang dibutuhkannya.
Suatu hari saat Raden Mas Riyanta pergi ke alun-alun bersama temannya bernama Raden Duryat, alun-alun itu kebakaran. Saat Raden Mas Riyanta keluar untuk menyelamatkan diri, dia tertabrak oleh seorang gadis. Raden Mas Riyanta mengajak gadis itu ke pesanggrahannya dan memberinya minum. Raden Mas Riyanta bertanya nama gadis itu dan asalnya. Tetapi gadis itu tidak mau menjawab, dia diam saja saat Raden Mas Riyanta bertanya padanya. Hal tersebut membuat Raden Mas Riyanta marah, sehingga Raden Mas Riyanta pergi ke belakang meninggalkan gadis itu.
Saat Raden Mas Riyanta kebelakang, gadis itu keluar karena mendengar suara kereta kuda. Ternyata kereta kuda itu adaah kereta kuda yang ditunggangi ibunya, sehingga gadis itu ikut bersama ibunya tanpa berpamitan kepada Raden Mas Riyanta. Kereta kuda itu berjalan menuju Taman Sari. Ketika Raden Mas Riyanta kembali, Raden Mas Riyanta bingung karena gadis yang ditolongnya sudah tidak ada. Raden Mas Riyanta bertanya kepada pembantunya kemana perginya gadis itu, tetapi pembantunya tidak tahu kemana perginya gadis itu.
Raden Mas Raden Mas Riyanta kepikiran dengan gadis yang ditolongnya itu. Sementara gadis itu dimarahi oleh ayahnya karena dia tidak berterima kasih dengan orang yang sudah menolongnya. Raden Mas Riyanta terus mencari keberadaan gadis itu, sampai akhirnya dia ke rumah Kyai Pamrayogsa. Setelah itu Raden Mas Riyanta pulang ke rumahnya dan ibunya berniat menjodohkan Raden Mas Riyanta dengan putri Kyai Pamrayogsa yaitu Raden Ayu Srini. Raden Mas Riyanta tidak mau menerima perjodohan karena dia sudah jatuh hati pada wanita yang ditolongnya ketika terjadi kebakaran di alun-alun. Raden Mas Riyanta tidak tahu bahwa Raden Ayu Srini yang akan dijodohkan dengannya adalah gadis yang dia cintai. Karena tidak ingin dijodohkan, Raden Mas Riyanta pergi dari rumah.
Saat Raden Mas Riyanta pulang, dia melukis sketsa wajah Raden Ayu Srini. Lukisan itu diketahui oleh Marsam, sehingga Marsam menunjukkan lukisan Raden Ayu Srini itu kepada Raden Ayu Natasewaya. Mengetahui hal itu, Ibu Raden Mas Riyanta segera mengajak Raden Mas Riyanta untuk menemui Ayu Srini. Tetapi ternyata kedua orang tua Raden Ayu Raden Ayu Srini membuat cerita bahwa Raden Ayu Srini dijodohkan dengan seseorang dari Rembang. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui apakah Raden Mas Riyanta mencintai RAden Ayu Srini atau tidak. Setelah itu, terbukti bahwa Raden Mas Riyanta memang benar-benar mencintai Raden Ayu Srini. Akhirnya Raden Mas Riyanta dan Raden Ayu Srini menikah.

sumber:  Novel Serat Riyanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar